Halo semua..
Kali ini saya ingin curhat (lagi).
Serasa lagi galau saya
dengan teman saya yang satu ini, saya menganggapnya sebagai sahabat saya,
mungkin saya ada salah tapi saya selalu berusaha memperlakukan dia sebaik
mungkin semampu saya.
Sudah terhitung beberapa tahun kami berteman, dulu memang
pernah kami berpisah gara-gara ke-egoan masing-masing. Namun akhirnya takdir menyatukan dan kami bisa
bersama lagi.
Saya heran, sebenarnya definisi dari sahabat itu apa sih?
Pada saat SMA dulu pernah saya punya teman, dia memang sudah selalu bersama
seorang teman karibnya. Pada saat ke mal atau jalan-jalan awalnya saya seperti
obatnyamuk tanpa asap (nggak kelihatan sama sekali) di mata mereka, saya
seperti orang hilang yang tidak dianggap keberadaannya. Saya sabar, karena
memang mereka sudah bersahabat lama, alhamdulillah akhirnya kami bertiga bisa bersahabat
baik..
Saat ini saya mengalami hal yang kurang-lebih serupa,
sahabat yang saya pertahankan keberadaannya dulu pernah meninggalkan saya karena
terhasut teman barunya (versi dia) namun akhirnya dia sadar bahwa itu salah, yah..
sebenarnya saya menilai hal seperti itu seperti meng-kambing hitamkan orang
lain. Tapi yah sudahlah..
Saya tipe orang yang ingin sahabat dan pacar saya be a better person, kalau memang salah yah saya bilang salah tapi dengan kata-kata sehalusss seminimmm mungkin, saya nggak suka jadi tipe temen yang penjilat, saya nggak suka pura-pura baik dan perhatian sama temen, nonsense karena persahabatan dimulai dengan kejujuran, keikhlasan dan dibarengi dengan kebutuhan satu sama lain (ini apa ya...?? hehehe)
Kami berteman lagi, namun sekarang dia dekat dengan temannya
yang lain lagi, pada saat ada dia saya seperti kurang dianggap, bahkan saya
pernah ditinggalkan begitu saja tanpa pamit.
Saya tidak meminta sesuatu yang berlebih, hanya tolong
jangan tinggalkan temanmu seperti itu, minimal say goodbye, toh dia bukan orang yang baru kamu kenal sejam yang lalu.
Jadi menurut kalian, sebenarnya apa yang salah dari diri
saya? Trenyuh rasanya karena saya sudah berkali-kali memaklumi dan berusaha
sabar dengan dia. Dia juga adalah satu-satunya teman yang sering membuat saya
menangis, mungkin sudah 2 atau 3 kali saya menangis karena dia.
Yah.. saya harap dia bisa berubah, semoga Tuhan memberi hidayah
dan anugerah agar saya bisa menemukan sahabat terbaik saya segera.
So, kalian jangan menyia-nyiakan sahabat kalian yah.. Ketika
dia tidak ada, mungkin kalihan baru tahu betapa pentingnya dia. Jangan tinggalkan
sahabatmu ketika kamu bertemu dengan teman yang lebih baik, perfect, cantik
atau yang lain karena Tuhan itu tahu seluk beluk orang yang kamu sakiti, dan
belum tentu juga rumput tetangga lebih hijau dari rumput yang sudah kita tanam
sejak lama.
May we get the best and become a better person time after
time. Cobaan itu seperti skincare yang seringkali sakit tapi mempercantik kita. hehehe, Semangat semua!!
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for Reading my Blog
Hope you enjoy mu post
so Glad If you give me some feedback here,